Latar Belakang dan Tujuan WiFAST Diklatren

Latar Belakang

Untuk menjamin tercapainya tujuan pembangunan nasional diperlukan rencana pembangunan yang terintegrasi, sinkronisasi dan bersinergi, baik antar daerah, antar ruang, antar waktu, dan antar fungsi pemerintah, maupun di antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan pengawasan. Oleh karena itu Bappenas melalui Pusbindiklatren telah melaksanakan program pendidikan dan pelatihan (Diklat) gelar dan non-gelar baik di dalam dan luar negeri. Tujuan dari program tesebut adalah untuk mewujudkan rencana pembangunan yang berkualitas tersebut dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Aparatur Sipil Negara (ASN) bekerja unit kerja perencanaan pembangunan di pusat dan daerah.

Mengingat keterbatasan fasilitas Diklat, Pusbindiklatren telah melakukan kerjasama dengan universitas di dalam dan luar negeri terkemuka. Khusus untuk Diklat Non-Gelar, beberapa topik ditujukan untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan dan kemampuan serta ketrampilan para peserta Diklat dalam rangka menyusun dan mengevaluasi dokumen perencanaan yang bersifat umum maupun teknis per bidang seperti Penyusunan RPJMD, Renstra, Perencanaan dan Penganggaran, Monitoring dan Evaluasi, Perencanaan Pengelolaan Resiko (Diasaster Management), Perencanaan Ekonomi Lokal (LERD), Perencanaan Kerjasama Pemerintah dan Swasta (PPP), Perencanaan Pembangunan Berbasis Lingkungan, Kelayakan Proyek dan Perencanaan Perkotaan.

Diklat-diklat perencanaan tersebut di atas sangat erat kaitanya dengan kebijakan di pemerintah pusat yang dikoordiansikan oleh Bappenas. Dengan demikian seharusnya keterlibatan dan kontribusi para pejabat struktural, widyaiswara dan fungsional perencana Bappenas adalah sangat penting dalam rangka menjamin adanya kepastian kebijakan secara akurat serta untuk mendiseminasikan kebijakan-kebijakan baru dari Bappenas.

Namun demikian karena faktor ketersediaan biaya yang terbatas dan karena kesibukan para pejabat dan staf Bappenas keterlibatan dalam Diklat Perencanaan tersebut masih sangat terbatas. Untuk mengatasi kendala tersebut di atas, salah satu upayanya adalah Pusbindilkatren Bappenas 2016 telah mewajibkan topik/mata diklat Pusbindiklatren Bappenas yang akan diajarkan oleh staf Bappenas yang diutamakan melalui SIPENA (pembelajaran melalui video conference). Dengan cara ini, maka para pengajar nantinya tidak diperlukan untuk datang ke Universitas sehingga tidak memerlukan waktu untuk meninggalkan kantor dan mengurangi pengeluaran biaya untuk perjalanan.

Selain itu, ada tuntutan dari para peserta Diklat untuk dapat menghadirkan narasumber yang menguasai dan terlibat langsung dalam pemikiran, penyusunan kebijakan, pelaksana (praktisi) yang terlibat langsung dalam bidang perencanaan pembangunan untuk menjadi narasumber atau pengajar dalam diklat-diklat tersebut. Keterlibatan para perencana Bappenas ini tidak saja penting bagi peserta namun penting juga bagi para perencana Bappenas dan institusi Bappenas untuk menyampaikan kebijakan terkait dengan perencanaan pembangunan nasional, program dan kegiatan Bappenas juga menjadi sarana komunikasi dan tukar pikiran antara perencana Bappenas dan perencana di daerah.

Dengan latar belakang tersebut di atas, maka diperlukan pendataan calon narasumber dan pengajar dari Bappenas untuk nantinya dapat berkontribusi pada Diklat-diklat Perencanaan yang dilaksanakan oleh Pusbindiklatren Bappenas atau memenuhi permintaan dari daerah tentang Diklat-diklat khusus atau bimbingan teknis (Bimtek) dalam bidang perencanaan pembangunan.

Tujuan

  1. Mengidentifikasi calon nara sumber dan pengajar pada jenis-jenis Diklat dan topik mata diklat tertentu yang telah diidentifikasi yang layak dan perlu diajarkan oleh para perencana di pusat terutama Bappenas;
  2. Menyusun standar system pengajaran untuk Diklat-diklat Perencanaan; 
  3. Mengelola database tentang widyaiswara/narasumber/pengajar serta penjadawalan terhadap pelaksanaan pembelajaran;
  4. Membangun kerjasama dan tukar pikiran antara perencana Bappenas dan perencana di Pusat dan daerah.